MWA Unsur Mahasiswa Ajak Seluruh Elemen Untuk Saling Melengkapi

Liputan dan Berita
MWA Unsur Mahasiswa Ajak Seluruh Elemen Untuk Saling Melengkapi

Gemajustisia.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Andalas (BEM-KM Unand) melaksanakan Forum Diskusi Kampus Jilid II dengan tema “Berbincang dengan MWA-UM Unand”, Jum’at (03/06/2022) di gedung PKM Unand.

Penyelenggaraan forum ini bertujuan untuk melihat bagaimana keterlibatan langsung dari Majelis Wali Amanat (MWA) mulai dari kedudukan, tugas, fungsi dan wewenang pasca Unand menyandang status barunya kini sebagai PTN-BH.

Dalam kaitannya, Unand tidak dapat menghindari adanya restrukturisasi organisasi yang ada dilingkup kampus salah satunya MWA-UM.

Dalam forum ini, MWA-UM melalui Rahmat Hidayat memberikan beberapa paparan mengenai MWA-UM dan restrukturisasi pasca PTN-BH. Disela-sela sesi forum, Rahmat pun menjawab beberapa pertanyaan dan tanggapan dari audiens yang hadir saat itu.

Dari salah satu pemaparannya, Rahmat juga menyebutkan terkait transparansi dan pengelolaan Unand pasca PTN-BH.

“Transparansi ini boleh diskusikan dengan siapa saja dan juga transparansi dalam PTN-BH sejatinya merupakan akuntabilitas dalam bentuk pengelolaan kampus atau perguruan tinggi yang bersangkutan”, ucap Rahmat.

Dalam hal keuangan “Unand akan berusaha untuk mencari anggaran, yang pelaksanaannya melalui berbagai eksekutif di Unand,” ujar Rahmat.

Seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) ataupun Uang Pembangunan Institusi bisa didiskusikan dan dimintakan pandangan pada pimpinan (eksekutif), karena hal tersebut dilindungi oleh Peraturan Menteri Nomor 25 tahun 2020 pada Pasal 10 terkait Pungutan Uang Iuran Pengembangan institusi.

Salah satu tanggapan datang dari Yodra Muspierdi, Menteri Kebijakan Nasional BEM-KM Unand, yang menilai bahwa kerja dari MWA belum maksimal dan belum memenuhi janji pasti yang telah disampaikan.

Kemudian ia juga menambahkan bahwa dalam penyerapan aspirasi dari mahasiswa, MWA sendiri tidak ada koordinasi kepada lembaga kemahasiswaan seperti BEM dan UKM yang ada sehingga tiba-tiba ada keluar suatu keputusan yang bersifat sepihak.

Yodra juga berharap MWA dapat menjadi mitra bagi suara aspirasi mahasiswa dan menjadi mitra bagi mahasiswa itu sendiri karena satu-satunya pejabat mahasiswa adalah MWA.

“Banyak hal dan evaluasi atas kinerja yang melatarbelakangi kegiatan tadi.Sudah sekitar beberapa bulan dan hampir setahun belum tampak ada progres dari MWA,” tutup Yodra.

Selaku wakil dari MWA-UM, Rahmat juga mengajak untuk saling melengkapi antara MWA dengan BEM dari Tiap-tiap Fakultas yang memiliki tupoksi kerjanya masing-masing.

Disisi lain juga, ia menegaskan bahwa terdapat pembahasan yang menjadi kode etik masing-masing dan tidak bisa dilanggar.

 

Reporter: Resi Nurhasanah & Nadian

0 Comments

Leave a Reply