Gemajustisia.com
- Gerakan Rakyat Sumatera Barat (Geser) melangsungkan aksi tolak kenaikan harga
BBM di kantor DPRD Sumatera Barat. Badan Eksekutif Mahasiswa Negara Mahasiswa
Fakultas Hukum Universitas Andalas juga merupakan bagian dari gerakan kolektif Geser yang juga
turut serta dalam aksi kali ini. Sebelumnya setelah
berbagai pertimbangan dan kendala yang ada, pihak BEM NM FHUA memutuskan untuk
tidak mengerahkan massa dalam jumlah yang banyak, namun hanya mengirimkan
beberapa perwakilan saja salah satunya Presiden Mahasiswa, Sultan Arya. Sultan menyebutkan
bahwa pihaknya tetap hadir dalam demonstrasi ke DPRD secara kolektif bersama
teman-teman dari pihak Gerakan Rakyat Sumatera Barat (Geser) dan tidak membawa nama lembaga. “Tadi memang masanya
tidak cukup banyak, tapi kami secara bersama-sama memang berhasil masuk ke dalam
dan berdialog dengan DPRD,” Ujar Sultan. Sikap aksi tolak
kenaikan harga BBM merupakan representasi dari aspirasi masyarakat yang menolak
atas keputusan pemerintah. Masyarakat menilai hal ini sangat berdampak
diseluruh lini kehidupan. Sultan menuturkan
bahwa kenaikan harga BBM juga mempengaruhi harga-harga lainnya. “Tentunya kita
sebagai BEM NM FHUA sangat menolak kenaikan harga BBM” tambah Sultan. Perwakilan demonstran
tersebut menyebutkan bahwa setelah berhasil masuk ke kantor DPRD mereka lalu memberikan
surat pernyataan yang ditanda tangani oleh DPRD, serta menyampaikan bahwa surat
tersebut akan dikirim dan terus dikawal kedepannya. “Jika memang misalnya
surat tersebut sudah dikirimkan, nantinya akan ada bersama kawan-kawan Geser akan
ada dialog nantinya dengan Gubernur Sumbar jika memungkinkan. Dan tentunya bakal
kita kawal terus bagaimana aspirasi kita sampai ke pusat,” tutup Sultan Arya saat
diwawancarai reporter Gema Justisia.
Reporter:
Resi Nurhasanah & Windy Hamida Chaniago







_(1)_(1).png)













0 Comments