Aliansi BEM SB Tuntut Untuk Bertemu Gubernur Secara Langsung

Liputan dan Berita
Aliansi BEM SB Tuntut Untuk Bertemu Gubernur Secara Langsung

Gemajustisia.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Sumatra Barat (BEM SB) melakukan aksi memperingati satu tahun kepemimpinan Mahyeldi-Audy, Kamis (24/02).

Massa aksi yang terdiri dari berbagai kampus di Sumbar ini memulai titik aksi dari kampus Pascasarjan UIN IB jalan Sudirman Padang. Mereka menuntut untuk dapat bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menyampaikan aspirasi yang telah bawa.

“Kami tidak ingin menemui kepala dinas, kepala biro, dan kepala-kepala yang lain. Kami ingin bertemu dengan pemimpin kami, Mahyeldi-Audy,” ucap Yodra dari BEM Unand yang menuntut gubernur untuk hadir langsung ditempat.

Sampai pada pukul 16.00 WIB massa aksi tidak mendapati juga adanya tanda-tanda Gubernur akan menghadap. Diketahui pada siang hari ini juga, Gubernur dan Wakil Gubernur menghadiri talkshow bersama pakar tata negara Universitas Andalas Feri Amsari di LanggamTv.

Pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Kepala Dinas Satpol PP Sumatera Barat dan beberapa kepala instansi lainnya, mempersilahkan massa aksi mengirim utusan ke kantor Gubernur untuk bernegosiasi.

“Adik-adik kami sambut untuk bernegosiasi dan menyampaikan aspirasinya dengan tertib,” ucap Mursalim Nafis Kadis Satpol PP. Pemerintah Provinsi juga mempersilahkan massa aksi sesuai prosedur untuk beraudiensi dengan Pemerintah.

“Kami tidak ingin bertemu perwakilan Gubernur, kami datang bersama-sama untuk bertemu Mahyeldi-Audy bukan utusan,” tegas Yodra kembali menolak negosiasi yang dilakukan pihak Pemprov.

Aksi sempat diwarnai ketegangan ketika massa meminta untuk memasuki halaman kantor gubernur. Pihak kepolisian yang mengamankan aksi tersebut meminta massa untuk tertib dalam menyampaikan aspirasinya dan tidak merusak fasilitas publik.

Ketegangan ini dimulai ketika massa aksi ingin melaksanakan sholat ashar berjamaah di halaman kantor. Tetapi permintaan ini tidak ditanggapi oleh pihak yang mengamankan.

Ada beberapa sektor yang menjadi tuntutan dan beberapa isu yang menjadi prioritas dalam aksi ini. Salah satunya adalah Pendidikan. Khususnya terkait guru honorer yang dialihkan kepada BP3K.

Koordinator BEM SB dari UNP menyayangkan target BP3K yang belum sesuai target oleh pemerintah provinsi.

“Artinya masih ada kegagalan pemerintah Sumbar dalam hal sosialisasi, pembekalan terhadap guru-guru yang menempuh tes BP3K,” ucap Imam Wahyudi selaku Presiden Mahasiswa BEM KM UNP.

Selain itu, ada tuntutan pada sektor pertanian dan agraria. Imam menyebutkan hal ini di Sumbar masih jadi isu klasik yang belum terselesaikan.

Aliansi menilai tanah adat di Sumatera Barat masih belum memiliki legalitas yang kuat dan membuat petani kehilangan tanah setiap tahunnya.

“Dengan demikian banyak sekali petani yang beralih menjadi buruh tani, bukan lagi seorang petani yang memiliki tanah namun petani yang menggarap tanah orang lain” jelas Imam lebih lanjut.

Sampai dengan tulisan ini dibuat, Gubernur dan Wakil Gubernur masih belum menyambangi massa Aliansi BEM Se-Sumatra Barat.

 

Reporter: Redaksi

0 Comments

Leave a Reply