Tutup Lustrum ke-XIV, Fakultas Hukum Lucurkan 43 Buku

Liputan dan Berita
Tutup Lustrum ke-XIV, Fakultas Hukum Lucurkan 43 Buku

Gemajustisia.com - Fakultas Hukum Universitas Andalas melaksanakan peluncuran dan bedah buku di Convention Hall Universitas Andalas pada Kamis (9/12/2021). Peluncuran dan bedah buku ini merupakan agenda dari Lustrum ke-XIV dan Dies Natalis ke-70 Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Ketua Lustrum Ke-XIV, Dr. Rembrant, S.H., M.Pd, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas berhasil menerbitkan 43 buku dalam acara peluncuran dan bedah buku kali ini.

Dr. Anwar Usman, S.H., M.H., Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang juga hadir dalam acara ini, memberikan kata sambutan sekaligus menutup rangkaian acara Lustrum Ke-XIV Fakultas Hukum Universitas Andalas dan Dies Natalis Ke-70 Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Acara dilanjutkan dengan bedah buku yang dimoderatori oleh Dr. Yussy Adelina Mannas, S.H., M.H. Narasumber yang membedah buku pada acara kali ini adalah Prof. Dr. Topo Santoso, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dimana beliau membedah buku yang berkaitan dengan Hukum Pidana.

Dosen Sekolah Tinggi Hukum Kesehatan Militer Jakarta, Dr. M. Nasser, Sp. KK, D.Law, membedah buku yang berkaitan dengan Hukum Kesehatan. Sedangkan Dr. Agusmidah, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara juga ikut serta membedah buku yang berkaitan dengan Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Administrasi Negara.

Prof. Dr. Topo Santoso, S.H., M.H. berpendapat bahwa buku-buku yang diterbitkan yang berkenaan dengan hukum pidana sangat bagus dan menarik. “Buku Korupsi dalam Keadaan Tertentu ini penting dibaca oleh akademisi, para praktisi, dan penegak hukum. Selanjutnya buku Meretas Tindak Pidana Korupsi ini membahas aspek tindak pidana korupsi dari A sampai Z. Buku berikutnya adalah Pencegahan Tindak Pidana Korupsi melalui Hukum Pidana Adat Studi Hukum Adat Minangkabau merupakan buku yang unik, spesifik, dan jarang. Buku Pengantar Hukum Acara Pidana, buku ini penting dibaca oleh mahasiswa sebagai pengantar yang sangat lengkap dan sangat mencakup dari A sampai Z mengenai Hukum Acara Pidana,” jelasnya.

Menurut Dr. M. Nasser, Sp. KK., D.Law., ada dua hal yang harus dibicarakan dalam politik hukum kesehatan, yaitu mengenai kerahasiaan medis dan tata kelola pandemi. “Buku Politik Hukum Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 terhadap Masyarakat Indonesia merupakan buku yang belum pernah ditulis siapa pun juga, jadi ini sebuah kemajuan yang harus saya hargai. Buku ini merupakan buku kedua karangan Pak Fadhillah Sabri, buku ini sangat lengkap, bagus sekali, namun masih belum memisahkan bahwa beliau menulis buku pidana atau buku pidana kesehatan,” ucapnya.

Bedah buku mengenai Hukum Administrasi Negara dan Hukum Ketenagakerjaan dibedah oleh Dr. Agusmidah, S.H., M.H. “Buku Pengantar Hukum Ketenagakerjaan ini mengarah ke buku ajar. Dimana buku kedua mengenai outsourching Pasca Undang-Undang Cipta Kerja ini sangat up to date sekali. Buku Hukum Ketenagakerjaan ini didefinisikan oleh Pak Almaududi di bab-bab yang ada di bukunya tersebut, ini tepat sekali menjadi buku panduan dan pengajar dasar-dasar Hukum Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Dr. Yussy Adelina Mannas, S.H., M.H., selaku moderator, menutup acara bedah buku kali ini dengan memberikan sedikit filosofis mengenai buku. “Buku adalah jembatan ilmu yang menghubungkan antara pengetahuan dan kehidupan nyata, tanpa buku nilai-nilai agama akan sulit untuk disebarluaskan, tanpa buku negara Indonesia mungkin saja tidak ada dalam catatan sejarah, dan bahkan tanpa buku cerita tentang Raden Ajeng Kartini dan pahlawan lainnya tidak akan pernah dikatahui oleh banyak orang, buku adalah jendela ilmu yang akan membuka cakrawala kehidupan manusia,” tutupnya.

 

Reporter: Ferdi Achmad Effindri

Editor: Delvi Husna

0 Comments

Leave a Reply