GemaJustisia.com- International
Law Students Association (ILSA) Chapter Universitas Andalas, mengadakan
sosialisasi mengenai Program Kekhususan (PK) Hukum Internasional dalam kegiatan
"SOSILSA 2022" bagi angkatan 2020 dan 2021, di ruang Video Conference, Fakultas Hukum, Universitas
Andalas, pada Rabu (7/12/2022). SOSILSA
yang merupakan bagian dari program kerja bidang akademik ILSA ini hadir untuk
menjawab semua pertanyaan maupun miskonsepsi tentang Departemen Hukum
Internasional dan ILSA itu sendiri. Sri
Roza Asih Nova, S.H., M.H., yang merupakan dosen dari Departemen Hukum
Internasional FH Unand ini juga turut hadir sebagai pemateri dalam sosialisasi
yang membuka cakrawala sekaligus sudut pandang bagi mahasiswa yang masih ragu
dengan PK Hukum Internasional. "SOSILSA
2022" bertujuan untuk memberikan sosialisasi yang interaktif, menyenangkan
dan informatif, serta memberikan tips dalam menghadapi masa-masa tahun akhir,
proses skripsian mulai dari judul, syarat administratif, hingga ke proses
bimbingan. ILSA
Chapter Unand sendiri merupakan perhimpunan Mahasiswa Hukum Internasional yang
bertujuan untuk mengembangkan wawasan anggota, meningkatkan kepedulian terhadap
isu-isu dan persoalan global serta mempersiapkan mahasiswa FH Unand menjadi
praktisi hukum yang berkompeten di bidangnya. President
ILSA, Atika Hasri, menyebutkan bahwa
tujuan diadakannya SOSILSA ini adalah untuk memberikan edukasi terkait PK dan
departemen Hukum Internasional. Menurutnya, banyak mahasiswa yang miss konsepsi
mengenai PK tersebut. ‘’Kalau
kita dengar, Hukum Internasional di FHUA ini banyak miss persepsi atau banyak
desas-desus dari orang lain terkait Hukum Internasional, seperti mahasiswa nya
lama lulus atau dosen-dosennya serem," ujar Atika. Sebelumnya,
masih ada sebagian mahasiswa FH Unand yang merasa khawatir terkait mencari
judul skripsi yang sulit, sumber bahan yang tidak lengkap, dosennya yang
killer, serta menggunakan bahasa inggris. Namun semua hal tersebut tidaklah
benar dan persepsi itu terbantahkan dalam kegiatan SOSILSA. Menurut
Atika, untuk mencari judul skripsi tidaklah sulit pada PK HI, karena cakupan
mengenai HI sangatlah luas, sehingga mahasiswa tidak perlu berebutan untuk
mencari judul dalam membuat skripsi. Dosen di Departemen Hukum Internasional
pun sangat ramah, serta dalam pembuatan skripsi tidaklah diharuskan menggunakan
bahasa inggris. Disisi
lain, Sri Roza Asih Nova, menjelaskan syarat agar bisa lulus dalam PK Hukum
Internasional yakni harus memenuhi mata kuliah pra-syarat PK HI terlebih
dahulu. Seperti Mata Kuliah Hukum Internasional, Hukum Laut, Hak Kekayaan
Intelektual, Hukum Perdata Internasional, dan Hukum Ekonomi Internasional.
Semua mata kuliah tersebut harus lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan mata
kuliah pra-syarat PK lainnya. Beliau
juga memberikan tips mengenai proses skripsi, yakni dengan beberapa cara
sebagai berikut : 1)
Mencari ide dan perbanyak diskusi dengan dosen. 2)
Persiapkan proposal sejak mengambil mata kuliah MPPH (Metode Penelitian dan
Penulisan Hukum). 3)
Menjalin hubungan baik dengan senior. 4)
Perbanyak membaca referensi tugas akhir atau skripsi. 5)
Set a target list. Jangan buang-buang waktu dan prioritaskan progress
dibanding hasil. 6)
Perbanyak belajar bersama dengan teman-teman, kelilingi diri kamu dengan
Lingkungan dan teman-teman yang suportif. Selain
itu, jikalau memilih PK HI ini juga memiliki keuntungan tersendiri menurut Roza
yang akrab dipanggil Buk Oja ini. Beliau menyebutkan bahwa, "Bahasa
Inggris kita akan semakin terlatih karena terbiasa mendengar dalam perkuliahan
dan termotivasi. Umumnya mata kuliah HI akan membuka pikiran kita dan cakupan
yang luas juga akan menemukan nuansa baru," ujar Roza dalam sesi pemaparan
materi. PK
Hukum Internasional ini juga memiliki suatu keistimewaan, yakni apabila hendak
mengambil PK Hukum Internasional ataupun untuk pindah ke PK Hukum Internasional
tidak ada syarat tertentu, cukup dengan mengajukan surat permohonan pindah PK. Atika
mengatakan, bahwa antusiasme mahasiswa terhadap acara sosialisasi ini cukup
banyak, hal ini terlihat dari keaktifan peserta yang menghadiri acara
sosialisasi tersebut, serta dalam kurum waktu yang relatif singkat terdapat
sekitar 40 peserta yang mendaftar
melalui Google Form. Dalam
wawancara dengan reporter Gema Justisia, Atika menyampaikan harapan diadakannya
kegiatan SOSILSA ini, yakni agar regenerasi melahirkan Agent of Change untuk HI
kedepannya. “Dari tahun ke tahun anggota ILSA dan teman-teman ILSA sedikit
bahkan angkatan 90-an 80-an itu hanya ada 2 orang, jadi saat ini sudah ada
perkembangannya, 20 orang lebih itu sudah bagus, cuman kami ingin lebih lagi,
karena mereka yang di HI benar-benar terkesan mengenai ilmu yang didapat di
HI," tutur Atika. Salah
seorang peserta SOSILSA yang hadir yakni Safira dari angkatan 2020,
menyampaikan kesannya mengikuti kegiatan ini. ‘’PK Hukum Internasional lebih
bagus, berwarna, temen-temen ILSA itu kompak dan mereka juga memiliki visi misi
untuk skripsian bareng-bareng” ujar Safira saat diwawancarai wartawan Gema
Justisia. Reporter: Salsabilla & Winada Andika







_20231223_080308_0023.png)













0 Comments