Berbicara tentang seni memanglah tidak pernah ada
habisnya keahliaan seseoarang dalam membuat karya tentulah tidak dapat
dibatasi. Seni tempat mencurahkan emosi menjadi karya yang bernilai seni itu
sendiri “Seni itu Art, Love, dan Knowledge”, ucap salah satu pendiri Studio Merah pada Kamis, (30 September 2021). Memasuki usia 25 tahun Studio Merah atau (stumer) mengadakan
acara peringatan di PKM Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (30/09/2021), dengan tema Harapan dan Kehangatan. Mengangkat judul Goresan Masa, Stumer berharap
mereka dapat lebih memaksimalkan lagi anggota serta kegiatan stumer sendiri
yang sempat vakum 2 tahun belakangan ini akibat Pandemi. Dalam hal ini sesuai
dengan tema, kehangatan juga penting untuk menimbulkan kembali semangat berorganisasi para anggota. Acara ini pun dihadiri oleh para anggota stumer, alumni
stumer, beberapa tamu UKMF dan juga
Dekan III Fakultas Hukum Universitas Andalas yang sekalian juga membuka acara
tersebut. Keantusiasan anggota stumer terlihat dengan beragamnya
rangkain acara pada peringatan kali ini seperti penampilan perdivisi yang
terdiri dari tari, musik, kepenulisan dan teater. Persiapan sendiri diakui memerlukan waktu dan tanggung
jawab lebih, mengingat acara kali ini diangkat oleh Studio Merah sendiri secara
langsung (luring). Mengingat segala perizinan serta prokes ketat yang harus di
taati dalam penyelenggarannya. “Tentunya
tidak sedikit waktu yang dibutuhkan dalam mengangkatkan acara ini mengingat
kondisi sekarang semua serba terbatas. Pastinya dalam masa pandemi dalam masalah latihan untuk
pemakaian PKM terkendala masalah perizinan dan prokes tetap masih dapat diatasi
dan pihak kampus ikut mensuport kegiatan ini” ucap Koordinator
Umum Studio
Merah, M. Raihan Gumanti. Peringatan 25 tahun Studio merah memiliki kebahagiaan
tersendiri bagi para anggota stumer dan alumni stumer karna menjadi ajang
berkumpul dan silaturahmi kembali. Kami Berkarya Kami Ada slogan studio merah ini
menggambarkan harapan studio merah yang begitu besar bagi para anggotanya. “Dengan bertambahnya usia melahirkan karya-karya baru dan
mencetak generasi-generasi seniman muda kampus yang memang berkegiatan dan
minat bakat di kesenian, Studio Merah gak akan mati kedepannya” jelas
Raihan kembali.
Reporter: Nur Sakinah Lubis, Desri Rahayu



-min.png)

















0 Comments