Gemajustisia.com
- Pasca pandemi covid-19 dan perkuliahan via daring, ruh pergerakan mahasiswa
khususnya di Fakultas Hukum Universitas Andalas mengalami degradasi. Sinergi
dan solidaritas antar unsur mahasiswa di lingkup FH belum terlihat kembali
eksistensinya. Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang menjadi panglima pergerakan mahasiswa sudah
harus berbenah kembali. Tidak dipungkiri, Presma dan Wapresma yang baru resmi
menjabat April lalu, terlihat masih sedang merumuskan formulasi pergerakan yang
tepat untuk FHUA. Lewat
Forum Komunikasi yang dilaksanakan pada Senin (18/07) lalu, BEM NM FHUA
mengajak seluruh Lembaga/UKM/Hima di Fakultas Hukum untuk berdialektika
kembali. Beberapa
persoalan krusial yang menjadi topik pembahasan, diantaranya mengenai rancangan
aturan kemahasiswaan yang baru dan pemilihan Dekan FHUA ikut dibahas. Namun,
ada beberapa kritikan dalam pelaksanaan Forkom perdana ini. Salah
satu komentar terkait pelaksanaan Forkom Senin lalu berasal dari Ketua Mapala
Green Justice, Nicolas Sidik. Mahasiswa yang juga punya nama panggilan Lengga
itu, mengapresiasi BEM yang telah menginisiasi pelaksanaan Forkom. Namun,
Ia memiliki beberapa catatan, khususnya perihal pergerakan FHUA kedepan. Nico
menilai dari segi bahan atau materi pembahasan, BEM kurang maksimal dalam
menyosialisasikan kepada peserta forum terkait topik permasalahan yang akan
dibahas. Akibatnya, banyak peserta forum yang harus menyigi kembali poin-poin
pembahasan. Hal
ini kata Nico, bisa membuat kondisi forum menjadi tidak kondusif dan tidak
efisien. Ia mengharapkan, ketika BEM ingin mengangkat suatu topik saat Forkom,
setidaknya sudah ada kajian pendahuluan untuk menjadi acuan peserta Forum. "Dalam
beberapa poin pembahasan, tidak adanya bahan solusi awal yang disosialisasikan
oleh BEM untuk kami jadikan acuan. Sehingga pembahasan mengenai beberapa poin
penting menjadi sulit bagi kawan-kawan UKM/Hima untuk memberi solusi,"
tutur Nico. Hal
ini ia rasa perlu diperhatikan kedepannya agar bisa memantik pembahasan dari
peserta Forkom. Hal
yang sama juga diamini oleh Ketua Umum Kombad Justitia, Rozin Falih Alify.
Rozin mengharapkan Forkom yang diadakan kedepannnya sudah dipersiapkan dengan
baik dari segi bahan atau materi. "Mungkin
dari pihak penyelenggara (BEM -red) bisa melakukan brainstorming dalam bentuk
kajian singkat sebagai pembuka cakrawala berfikir atau mungkin memberikan bahan
bacaan yang lebih banyak kepada peserta Forkom," tutur Rozin. Menurutnya,
sebelum memulai suatu pembahasan, harus ada persamaan persepsi terlebih dahulu
dari peserta forum agar alur diskusi bisa lebih hidup. Rozin juga melanjutkan,
Forkom yang terselenggara kali ini jangan habis di hari itu saja. "Kami
juga menginginkan output kedepannya. Adanya Tindakan yang akan kita lakukan
bersama terkhusus untuk BEM NM selaku penampung aspirasi kita warga Negara
Mahasiswa FH," ucap Rozin yang dihubungi via WhatsApp. Sebelumnya,
ia juga berharap agar hal-hal kecil dalam penyelenggaraan Forkom untuk turut
diperhatikan. Seperti efisiensi waktu penyelenggaraan. "Kita
(sama-sama -red) mengetahui kemarin mulainya agak molor. Akhirnya
kita menjadi tergesa-gesa. Padahal
banyak hal-hal yang sifatnya sangat krusial dan harus dibahas secara
komprehensif tapi karena waktu yang sudah tidak kondusif, akhirnya kita tidak bisa
membahas hal-hal tersebut secara maksimal." Komentar
yang sama juga disampaikan Koordinator Umum Studio Merah, Benny Gunawan. Ia
menilai Forkom perdana ini masih banyak yang perlu dievaluasi. Seperti banyak
topik yang dilampirkan di dalam undangan, tetapi tidak jadi dibahas. Benny
berharap, "kedepannya, BEM mau pun UKM/Hima/Lembaga yang terlibat di
Forkom, menyiapkan bahan pembahasan." Pada
saat pelaksanaan, Wapres BEM NM, Annisa'un Rasyiqah, mengatakan soal topik
draft aturan kemahasiswaan yang baru, mereka dibatasi oleh waktu. Pihak
Kemahasiswaan Rektorat memberi waktu pengumpulan borang masukan dari organisasi
mahasiswa sampai Selasa (19/07). Oleh sebab itu, tidak banyak waktu lagi untuk
segera memberi rekomendasi.
Reporter:
Dharma Harisa



-min_(1)_(1).png)



_(1)_(1).png)



.jpg)









0 Comments