Debat Capres dan Cawapres NM FHUA: Sarana Penentuan Pilihan Masyarakat

Liputan dan Berita
Debat Capres dan Cawapres NM FHUA: Sarana Penentuan Pilihan Masyarakat

Gemajustisia.com - Dengan mengangkat tema “Menghidupkan Lingkungan Kampus yang Responsif melalui Kritis Cerdas Mahasiswa Solutif”, kali ini Panitia Pemilihan Umum (PPU) Negara Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas menyelenggarakan Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden antara Pasangan Calon (Paslon) Nomor 01 dan Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 02.

Penyelenggaraan debat kali ini dilaksanakan dengan metode hybrid, secara offline yang dilakukan di ruang sidang dekanat FHUA dan secara online melalui media Zoom Meeting pada Rabu (31/03/2021) pada pukul 08.00 WIB. Pelaksanaan Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang diselenggarakan secara offline dilakukan secara terbatas hanya untuk pasangan calon dan dua orang masing-masing dari perwakilan KAM sebagai saksi.

Sedangkan untuk Pelaksanaan Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang diselenggarakan secara online dilakukan dengan menyebarkan link akses untuk bergabung kedalam Zoom Meeting kepada seluruh masyarakat FHUA melalui Instagram Panitia Pemilihan Umum (PPU), Whatsapp, dan Line agar mencakup seluruh warga negara FHUA.

Namun, pelaksanaan debat dinilai kurang efektif dan tidak berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan. Peserta sudah memasuki ruang Zoom Meeting dengan tepat waktu, tetapi pelaksanaan acara baru akan dimulai sekitar satu jam kemudian tanpa menginformasikan agar peserta dapat menunggu acara tersebut akan dimulai.

Untuk jumlah peserta yang bergabung juga mengalami penurunan daripada tahun sebelumnya karena untuk cakupan target agar dapat menjangkau seluruh masyarakat FHUA dinilai tidak berjalan sesuai yang direncanakan karena jumlah peserta yang bergabung tidak mencapai 100 orang pada awal pelaksanaan acara tersebut.

Debat kali ini dihadiri oleh Lerri Pattra, S.H., M.H sebagai Wakil Dekan III FHUA yang secara resmi langsung membuka acara. Selain itu juga dihadiri oleh Adryan Surya Putra sebagai Presiden BEM NM FHUA dan Ferdi Kusuma sebagai Ketua Panitia Pemilihan Umum (PPU) FHUA 2021. Dalam pelaksanaan debat ini Ferdi sebagai Ketua Panitia menyampaikan "Dalam pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aspirasi mahasiswa terutama dalam kondisi Pandemi Covid-19 dan bagi siapapun yang masih ragu dengan pilihannya, diharapkan setelah kegiatan ini dapat menentukan pilihannya dengan yakin.” ujar Ferdi.

Debat dibuka oleh Moderator yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi oleh Calon Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) dari KAM Somasi, KAM Justicia Campus, dan KAM PK dengan durasi waktu yang diberikan selama 1 menit. Setelah penyampaian visi dan misi oleh Calon DLM oleh masing-masing KAM, moderator memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan 1 (satu) pertanyaan kepada Calon DLM yang dituju.

Pertanyaan yang diberikan oleh peserta dijawab secara langsung oleh Calon DLM secara terbuka yang menyangkut visi dan misi dari Calon DLM. Untuk penyelenggaran Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden NM FHUA dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB dengan menghadirkan para panelis yaitu Beni Kharisma Arrasuli, S.H., LLM dan Delfina Gusman, S.H., M.H. sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Debat dibuka oleh moderator dan penyampaian beberapa sesi dalam pelaksanaan debat diantaranya penyampaian visi dan misi, pemberian pertanyaan dari panelis, pemberian pertanyaan dari paslon kepada paslon lawan, pemberian pertanyaan dari masyarakat FHUA, dan pertanyaan dari Presiden BEM NM FHUA.

Pasangan Calon Nomor Urut 01 Dhuha Aprillio Kamiko dan Almahdi Saputra menekankan kepada suatu hal yang dapat mewujudkan visi dan misinya dengan mewujudkan mahasiswa Fakultas Hukum yang responsif terhadap isu-isu yang terdapat dalam masyarakat, baik itu isu-isu kampus, isu-isu nasional, dan isu-isu internasional dan turut andil dalam mengkritisi berbagai isu-isu tersebut dengan tetap menyertakan fungsi didalamnya.

Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menciptakan BEM NM FHUA sebagai lembaga yang aspiratif, komunikatif, solutif, dan inspiratif dalam menjalankan fungsinya. Mengenai program kerja yang direncanakan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 01 dengan menciptakan Pekan Aspirasi dengan mendatangi secara langsung aspirasi dari seluruh masyarakat FHUA baik dalam hal yang berkaitan dengan urusan akademik dan non-akademik.

Selain itu, juga dengan menciptakan program Forkom (Forum Komunikasi) terhadap lingkungan kampus dan menjalin komunikasi dengan UKMF yang ada di FHUA terutama mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam kehidupan kampus, baik itu kendala akademik atau pelayanan administrasi di Fakultas Hukum. Sedangkan untuk Pasangan Calon Nomor Urut 02 Bayu Fadli Irmawan dan Nurul Izmi menyampaikan perwujudan visi dan misinya dengan menciptakan BEM NM FHUA yang berkesinambungan, efektif, dan efisien dalam mewujudkan masyarakat negara mahasiswa FHUA yang modern, responsif, dan demokratis.

Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan meningkatkan eksistensi dan efisien BEM NM FHUA terhadap berbagai kalangan agar lebih luas, mengembangkan potensi SDM yang berdaya saing secara akademik dan non-akademik, dan mewujudkan sikap yang responsif terhadap permasalahan-permasalahan dalam lingkup kampus atau luar kampus.

Dalam mewujudkan berbagai hal tersebut direncakan program kerja yang akan dilaksanakan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 02 dengan program Advokasi, dimana dalam program tersebut dapat menjangkau seluruh mahasiswa FHUA untuk menyampaikan seluruh permasalahan dan isu-isu di bidang kemahasiswaan dan akan dibuka dalam waktu 24 jam.

Program lainnya yang akan dilaksanakan dengan meningkatkan peran dan partisipasi seluruh kaum perempuan dengan sarana edukasi khusus kaum perempuan dan adanya program edukasi hukum, politik, dan HAM yang akan dilaksanakan dalam bentuk seminar atau workshop untuk mengembangkan potensi SDM dalam masyarakat FHUA.

Pada sesi berikutnya, kedua paslon diberikan pertanyaan dari panelis dan menjawab dengan argumen yang berkaitan dengan program yang mereka sampaikan. Salah satunya mengenai pergerakan advokasi pada masa pandemi Covid-19 yang terkait dengan kegiatan perkuliahan berhubungan dengan program yang tengah direncanakan oleh masing-masing paslon.

Pasangan calon nomor urut 02 mengaitkan dengan program advokasi dari aspirasi yang telah diberikan oleh mahasiswa, kemudian akan langsung ditanggapi dan disampaikan kepada pihak fakultas untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Program tersebut dapat mewadahi aspirasi mahasiswa baik dalam masalah perkuliahan.

Kemudian dari pasangan calon nomor urut 01 menyatakan walaupun dalam keadaan Pandemi Covid-19 saat ini,  berbagai upaya dapat dilakukan dengan mengaitkan hal tersebut dengan program yang telah disampaikan sebelumnya, salah satunya mengenai Pekan Aspirasi yang walaupun menekankan akan dilaksanakan dalam bentuk offline dengan mendirikan stand, tetapi untuk mengupayakan keadaan pandemi saat ini, maka juga akan dilaksanakan program tersebut dalam bentuk online agar lebih menjangkau seluruh masyarakat FHUA.

Selain itu, dalam bidang perkuliahan akan diciptakan sebuah program yang berisikan seluruh materi perkuliahan yang dapat diakses oleh seluruh masyakat. Pelaksanaan debat berjalan dengan kondusif sampai dengan sesi terakhir dan dengan pelaksanan melalui metode hybrid dinilai adanya penurunan kondisi Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, karena pihak kampus sudah mengizinkan dan berpartisipasi secara langsung untuk pelaksanaan debat yang diadakan secara offline dan tetap menyelenggarakan dengan pembatasan tertentu terutama dengan tetap melaksanakan dengan sistem online.

Sesi debat diakhiri dengan closing statement yang disampaikan oleh masing-masing Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 dan Nomor Urut 02.

Reporter: Nur Sakinah Lubis

Penulis: Devira Sagita Putri

0 Comments

Leave a Reply