Direndahkan bukan halangan mencapai impian, kisah inspiratif wisudawan terbaik

Liputan dan Berita
Direndahkan bukan halangan mencapai impian, kisah inspiratif wisudawan terbaik

GemaJustisia.com- Wisudawan terbaik program studi Sarjana Hukum, Fakultas Hukum Universitas Andalas, Almahdi Saputra, dari departemen Hukum Tata Negara berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.95 serta predikat dengan pujian dalam Wisuda ke-IV Universitas Andalas Tahun Akademik 2022, Sabtu (10/09).

Menjadi seorang wisudawan terbaik tentunya merupakan dambaan bagi semua mahasiswa/i program studi Sarjana Hukum, salah satunya bagi sosok sederhana Almahdi Saputra. menurutnya untuk mencapai hal haruslah dimulai dengan adanya persiapan sungguh-sungguh dan menetapkan target capaian.

Almahdi menjelaskan jikalau kita menjadi seorang mahasiswa/i, seandainya tidak memiliki perencanaan kemudian tidak memiliki target, maka akan mendapatkan kesulitan dalam mendapatkan gelar sebagai wisudawan terbaik yang didambakan itu.

“Saya memang dari awal sudah ada target menjadi wisudawan terbaik. tidak hanya dalam persiapan mesti ada tindakan yang nyata, diwujudkan dalam belajar sungguh-sungguh kemudian pandai memanage waktu dengan baik ketika belajar. jangan lupa berdoa kepada Allah dan minta dukungan orang tua, sebetulnya kesuksesan yang kita dapatkan karena doa kita, doa orang tua, dan yang paling penting itu adalah dari Allah” ujar Almahdi.

Pemuda yang mengaku sebagai gharim masjid ini mengungkapkan rasa senang selama berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Andalas, baik itu rasa senang karena teman-teman, dosen-dosennya, serta mata pelajaran yang diajarkan,

“saya senang dapat berkuliah di Unand, orang-orangnya alhamdulillah baik baik, teman-teman yang saling mendukung satu sama lain, dosen-dosennya membimbing kita dengan maksimal sehingga mempermudah dalam skripsi. kesenangan itu diwujudkan dengan wisudanya teman-teman kami hari ini” kata Almahdi.

Almahdi atau yang akrab di sapa Al atau Mahdi juga turut aktif dalam organisasi intra kampus yakni Lembaga Pengkajian Islam (LPI) dan pernah memperoleh juara debat Bersama tim depat LPI dan pernah menjabat menjadi sekretaris umum LPI. Selain itu ia juga aktif sebagai anggota Rnd (Research and Development).

Dalam kesempatan yang istimewa Al menyampaikan pidato kesan dan pesan dihadapan semua orang. Diawali dengan sedikit cerita Al mengungkapkan sepenggal kisah hidupnya dengan kalimat “Tiga momen, melahirkan 2 pertanyaan”.

“Momen pertama, ketika saya tinggal di panti asuhan, depan mata kepala saya sendiri, dengan telinga saya sendiri, saya mendengar “alah, si al itu tidak bisa tamat sekolah, paling nanti tamat SMA saja”.

Momen kedua, saat orang lain menyampaikan kepada saya, orang tua almahdi itu kurang rasa tanggung jawabnya, ketika dilahirkan anak kemudian diantarkan ke panti asuhan. Yang ketiga, orang tua saya dikampung seringkali bercerita, Si Dafril dan Si En itu bodoh punya anak, punya anak laki-laki semua diantarkan sekolah jauh-jauh ke padang.

Suatu hari anak-anaknya pasti akan bekerja di sawah dan ladang, tetapi anak diantarkan sekolah jauh-jauh, paling juga nanti pulang kampung bertani dia” cerita Al. Ia juga menambahkan bahwa “Tiga momen yang paling saya ingat betul melahirkan pertanyaan pertama, sebegitu sulitkah seorang anak yang miskin untuk menggapai cita-citanya

Pertanyaan kedua, apakah karena kata-kata itu, saya mampu berdiri di sini hari ini? Saya sudah dibesarkan oleh kedua orang tua saya ketika kelas enam SD dan saya dilepas ke Padang tinggal di panti asuhan sampai kelas 3 SMA” tambah Al dalam ceritanya.

Bagi Al, menjadi wisudawan terbaik juga merupakan sebuah tantangan, karena sebagian orang menilai wisudawan terbaik itu merupakan orang yang paling hebat dalam hal belajarnya (akademik). Al syukur atas gelar wisudawan terbaik yang ia peroleh sekaligus senang mendapat sebuah tantangan. “menjadi wisudawan terbaik bukanlah hanya sekedar gelar namun adanya tanggungjawab yang menyertai itu”,ujar Al.


Sebagai wisudawan terbaik Al membagikan tips dan triknya, sebagai berikut:

- sebagai mahasiswa harus sadar diri bahwa kita itu adalah mahasiswa.

-kita harus memiliki target yang hendak kita capai dan target itu kita wujudkan dalam bentuk aksi yang nyata.

-sebagai mahasiswa kita harus berpandai-pandai. Maksudnya kalau kita hanya mengandalkan pandai, kadang karena kepandaian itu kita bisa terjebak. Namun kita harus bisa memposisikan diri sesuai dengan keadaan, dan kebutuhan.

Almahdi berpesan kepada mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan agar berkuliahlah dengan baik. “Saat kita melangkahkan kaki ke ruang kelas ada beribu doa yang telah diucapkan oleh orang tua kita jadi jangan hanya sekedar kuliah-kuliah saja tetapi buat dengan kita tamat nanti ada prestasi yang ingin kita berikan kepada orang tua.

setidaknya membayarkan rasa lelah mereka, membayarkan setiap harapan dan doa yang beliau ingatkan kepada kita, berkuliahlah baik-baik, sadar diri kalau kita mahasiswa, sadar diri dengan kondisi kita, dan juga diluar sana ada orang-orang yang berharap kepada kita”, ujar Al wisudawan terbaik.



Reporter: Resi Nurhasanah & Nadian






0 Comments

Leave a Reply