Gemajustisia.com-Kelompok
Aspirasi Mahasiswa Solidaritas Mahasiswa (KAM SOMASI) akhirnya angkat bicara
terkait pembatalan pasangan calon nomor urut 01 dalam Pemilu BEM FHUA 2025. Pernyataan
resmi ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum KAM SOMASI 2025, Dafa
Ilham Pratama, dan Kepala Bidang Hukum dan HAM KAM SOMASI, Dhimaz Andrean Putra
Riandy, pada Selasa (6/5), sebagai respon atas keputusan PANWASLU yang
mendiskualifikasi calon usungan mereka. Dalam pernyataannya, KAM SOMASI mengakui adanya
keterlambatan administratif terkait surat pemberhentian dari jabatan organisasi
sebelumnya. Namun, mereka menilai keputusan PANWASLU terlalu jauh karena tidak
mempertimbangkan unsur kesengajaan dan niat buruk. “Kelalaian ini bersifat
administratif dan non-materiel. Kami sudah tidak aktif di jabatan itu sejak
tanggal 27 pagi,” jelas Dhimaz. Pihaknya juga menyoroti mekanisme verifikasi PPU dan
pengambilan keputusan PANWASLU yang dianggap tidak menjunjung Asas Audi Et Alteram
Partem atau hak untuk didengar. “Kami langsung tahu hasil diskualifikasi
dini hari itu dan sempat mencoba menghubungi PANWASLU dan PPU, namun jawabannya
hanya putusan sudah final dan mengikat. Tidak ada kesempatan pembelaan,”
tegasnya. Mereka menilai PANWASLU seharusnya bersifat pengawas, bukan eksekutor
sanksi. Ketua Umum KAM SOMASI, Dafa, turut menyinggung tidak
adanya pemberitahuan kekurangan berkas oleh PPU saat proses verifikasi awal. Ia
merujuk pada aturan Pasal 40 dan 41 tentang verifikasi administratif, yang
seharusnya memberi ruang perbaikan dokumen jika ditemukan kekurangan. “Nomor
urut paslon kami bahkan sudah dipublikasikan secara resmi oleh PPU. Artinya,
secara hukum kami telah ditetapkan sebagai calon yang sah,” ungkap Dafa. KAM SOMASI mengaku siap mempertanggungjawabkan
keterlambatan tersebut dan menyerahkan nota pembelaan. KAM SOMASI juga
menyatakan bahwa mereka tetap menghormati proses Pemilu namun berharap asas
keadilan tetap ditegakkan. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan, karena
demokrasi seharusnya memberi ruang untuk belajar dan memperbaiki diri,” tutup
Dafa.
Reporter: Tiara Diva Azarin, Allehandra Dwi
Salman, Nayla Putri Dinisha




















0 Comments