Gemajustisia.com - Musyawarah Besar Ikatan Alumni Fakultas
Hukum Universitas Andalas (IKA FH UNAND) yang akan di gelar Sabtu,
(26/02/2022) mendatang memicu terjadinya perbedaan pendapat dalam tata cara
pemilihan ketua umumnya. Pemungutan suara secara voting dinilai
menggeser budaya mufakat yang
sebelumnya selalu diutamakan dalam menentukan keputusan oleh para anggota. Para alumni FH Unand lebih menghendaki adanya
demokrasi dalam pemilihan ketua alumni IKA FH Unand. Fahmiron, selaku Alumni FH Unand berpendapat Ghiroh musyawarah yang ditekuni para
alumni FH Unand
adalah musyawarah mufakat. “Tidak ada DNA demokrasi di Alumni FH Unand itu
voting dalam pemilihan ketua umumnya. Dan prinsip alumni FH Unand itu etika dan
estetika kepada senior selalu tertancap di sanubari kita semua” ujarnya kepada
media di Padang pada Kamis, (24/02/2022). Alumni dari Fakultas Hukum Unand yang
sering juga kita dengar dengan sebutan kampus merah meyakini para tokoh-tokoh
alumni lainnya juga akan setuju untuk menghindari adanya voting dalam mubes
kali ini. Para
Alumni FH Unand
akan melakukan konsolidasi dan mengajukaan cara head to head di Mubes IKA FH Unand Sabtu mendatang. “Ketua Umum
Adityawarman sudah menyejukan sikapnya di media terkait Mubes No Voting, lalu
ada Elwi Danil, Busra Azheri dan Yuliandri. Pasti semangatnya sama yaitu ghiroh
musyawarah mufakat utama dalam Mubes,” jelas Fahmiron. Fahmiron juga berpendapat bahwa
menggunakan voting sebagai cara dalam menentukan ketua umum pada mubes ini
merupakan sebuah kemunduran yang terjadi dalam tradisi Mubes IKA FH Unand. “Saya dan alumni lain terutama suara
dari banyak angkatan memastikan jika voting pun pak Prim Haryadi unggul, tapi
tujuan kita ber Mubes tidak demikian, kita harus merawat tradisi dalam pemimpin
alumni kampus merah, aklamasi yes,
voting no,” ujar Fahmiron. S Budi Syukur adalah calon Ketua Umum
IKA FH Unand yang menurut Fahmiron masih mengutamakan etika dan estetika. Menurutnya kekeluargaan
Alumni FH Unand akan lebih sukses dan mendapatkan lebih banyak dukungan dari
para alumni. “Karena memegang etika dan estetika,
maka kelas Pak Budi Syukur sudah negarawan dalam menghormati alumni yang lebih
senior,” tutur Fahmiron. Reporter: Nur Sakinah Lubis
Sumber: tribunsumbar

.jpg)

.jpg)

















0 Comments