Gemajustisia.com-Kelompok
Aspirasi Mahasiswa Solidaritas Mahasiswa (KAM Somasi) mengusung Vikko Maharaja dan Monica Putri
sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Negara Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas (BEM NM FHUA). Hal ini tentu menuai
pertanyaan bagi warga NM FHUA mengenai alasan dibalik pengusungan capres dan
cawapres tersebut. Aina Tawarina, selaku Ketua Umum KAM Somasi mengatakan, “untuk mengusung Vikko, kami dari KAM Somasi mengadakan musyawarah besar (MUBES). Di MUBES itu terdapat beberapa nama pasangan
calon, melalui voting akhirnya Vikko
terpilih sebagai Calon Presiden BEM NM FHUA. Selanjutnya dalam pemilihan
cawapres, itu adalah hak prerogatif yang diberikan kepada presiden, dengan pertimbangan dari Vikko, akhirnya memilih Monica sebagai wapres
nya, karena dirasa untuk keresahan dan lainnya itu satu pemikiran satu jalan”. Selanjutnya untuk
persyaratan yang harus dipenuhi bagi capres dan cawapres yang akan mencalonkan
diri dikemukakan hanya untuk anggota yang sudah terdaftar dan terdata dari KAM
Somasi itu sendiri. Selain Vikko, ada
empat nama lain yang juga dicalonkan. Namun, tiga dari mereka tidak lanjut
hingga menyisakan dua nama pasangan calon yaitu Vikko dan Basthotan. Melalui
tahap lobbying dan tahap voting Vikko memenangkan semua tahap,
sehingga KAM Somasi menunjuk Vikko sebagai capres. Berbalik kepada Bashtotan,
diketahui bahwa dirinya mendadak telah bergabung menjadi anggota KAM
REKAM. Aina mengatakan bahwa Basthotan
telah memberitahu dirinya beberapa hari setelah musyawarah mengenai teman-teman
REKAM yang menjemput Basthotan kala itu. Melalui banyak pertimbangan, Bashtotan
akhirnya menyetujui permintaan temannya. Dalam mendukung
capres-cawapres untuk pemilihan yang akan datang, KAM Somasi mengadakan
kampanye besar-besaran serta mencanangkan strategi rahasia supaya pasangan
calon mereka maju bersama FHUA yang lebih baik lagi. Perihal menang dan
kalah terhadap pasangan calon mereka, ketua KAM Somasi mengutarakan apapun
keputusannya akan diterima dengan baik selama tidak ada permainan politik di
dalamnya. Apabila itu terjadi, maka pihak KAM Somasi tidak akan langsung
menerimanya demi politik sehat selalu yang ada pada FHUA. “Harapan kedepannya
semoga masyarakat FHUA lebih melek lagi akan demokrasi kampus dan juga selalu
berpolitik secara sehat dan jangan lupa pilih nomor 1 PAS.” tutup Aina. Reporter:
Ismi Azizah dan Keisha Faatin Fauziah Than Editor:
Saripah Rahmaini

_(1).png)

_20240502_105104_0001_(1).png)

















0 Comments