Gemajustisia.com - "UPT karir dan
konseling belum terlalu diketahui oleh mahasiswa." Pernyataan ini
disampaikan Ketua Unit Pelaksana Tugas (UPT) Karir dan Konseling Universitas
Andalas, Meifal Rusli, saat disambangi Gema. Lalu sebenarnya apa itu UPT Karir
dan Konseling? Universitas Andalas sebagai institusi yang
setiap tahunnya menghasilkan lulusan mempunyai tanggung jawab moral untuk
menjamin lulusannya cepat memperoleh pekerjaan. Hal ini sering terlihat dengan
dilakukannya pelatihan-pelatihan soft skill dan informasi lowongan pekerjaan. Kecepatan dalam memperoleh informasi lowongan
pekerjaan dan kompetensi yang dimiliki oleh lulusan diharapkan mampu
memperpendek masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan. Salah satu realisasi dari misi tersebut adalah dengan dibentuknya
Pusat Karir pada tahun 2016. Pada tahun 2021, Pusat Karir diubah menjadi
UPT/Lembaga yang saat ini diketuai Dr. Eng. Meifal rusli. Meifal menjelaskan ada tiga tugas utama dari
upt karir dan konseling. Pertama menjembatani, membantu alumni mendapatkan
pekerjaan dengan waktu singkat yang ditargetkan. "Seperti ditargetkan
selama 6 bulan dengan gaji yang sesuai," tutur pengajar di Fakultas Teknik
tersebut. Tidak hanya bekerja, UPT Karir dan Konseling
juga memberikan layanan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya. Yaitu,
bagi yang mencari info-info beasiswa, atau mungkin juga yang ingin
berwirausaha. Selanjutnya terang Meifal, tugasnya
menyiapkan alumni seperti memberi pelatihan, workshop, memberi informasi
mengenai penyiapan karir. Salah satu programnya yaitu Sahabat Karir Unand,
dimana mahasiswa diseleksi dan dilatih menjadi konselor teman sebaya. Jika ada mahasiswa yang bermasalah, maka
mereka bisa melakukan konseling yang dibantu oleh tenaga profesional. Ada
sepuluh 10 orang psikolog yang menetap dan membantu konseling pada upt ini,
terdiri dari 5 orang psikolog dan 5 orang dosen psikolog. Pendaftaran konseling
sendiri bisa dilakukan secara online melalui website upt karir dan konseling. Ketiga, tracer study. Biasa dikenal juga
dengan survei lulusan. Saat mahasiswa sudah tamat, maka UPT karir dan konseling
nantinya akan melaporkan ke dikti via universitas. Tracer study bertujuan untuk
mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan
tinggi ke dunia kerja. Meifal tidak menampik bahwa tetap yang paling
berperan dalam hal ini adalah prodi dan fakultas. "Selain (red-) disini
UPT Karir dan Konseling juga membantu mengenai karir mahasiswa/alumni,"
tutur Meifal. Dia juga mengatakan Lembaga yang diketuainya
ini belum banyak diketahui oleh mahasiswa. Walaupun umumnya diketahui alumni.
Hal ini katanya, karena masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan. "Sejak 2020-2021 upt ini sempat
mengalami penurunan. Baru kembali membaik pada tahun 2022," ucap alumni
teknik mesin Unand angkatan 93 tersebut. Terlebih pada saat awal pandemi, UPT
Karir dan Konseling sempat tutup dan tidak melayani konseling. Kendala lain yang meifal katakan terkait
psikolog dan dosen psikolog yang terbatas. Namun katanya, hal itu tidak menjadi
hambatan untuk memberikan pelayanan.
Reporter: Atika Afani & Putri Wulandari






.jpg)














0 Comments